Phone Number

+6282317094857

Pedagang UMKM CFD Pasar Pinusan Tersenyum Sumringah

Keterangan Gambar : Suasana CFD Pasar Pinusan Songhon


By Admin 18 Okt 2026, 18:12:52 WIB 0 Comments

Pedagang UMKM CFD Pasar Pinusan Tersenyum Sumringah

Penulis: Yusuf S. – Elang Raung

BANYUWANGI, Minggu (18/10/2026) – Gelaran Car Free Day (CFD) Pasar Pinusan yang rutin berlangsung setiap Minggu pagi membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Memasuki pekan keenam sejak pertama kali digelar pada 13 September 2026, kegiatan ini mulai menunjukkan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya warga di kawasan pangkuan hutan.

Senyum sumringah terpancar dari wajah para pedagang yang merasakan langsung manfaat dari meningkatnya aktivitas jual beli di kawasan CFD Pasar Pinusan. Tak sekadar menjadi ruang olahraga dan rekreasi keluarga, kegiatan ini juga berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan untuk menambah pendapatan rumah tangga.

Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka dapat habis dalam waktu relatif singkat. Bahkan, ada yang mampu meraup omzet ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah dalam sekali berjualan. Capaian tersebut menjadi angin segar bagi pelaku UMKM yang mulai merintis usaha dengan memanfaatkan keramaian pengunjung setiap Minggu pagi.

Isti, dari Coba-Coba Berjualan hingga Raup Omzet Rp700 Ribu

Berkah CFD Pasar Pinusan salah satunya dirasakan Isti (43), seorang ibu rumah tangga yang mengelola Kedai Anjani, lapak nomor 15. Ia menjajakan nasi urap khas dengan bahan sayuran hasil hutan yang menjadi salah satu daya tarik kuliner lokal.

Berawal dari sekadar mencoba peruntungan dengan membuka lapak di CFD Pasar Pinusan, Isti kini mampu meraup omzet sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu dalam sekali berjualan.

"Alhamdulillah, saya dan masyarakat pangkuan hutan bisa merasakan dampak rezeki dari event CFD Pasar Pinusan. Awalnya coba-coba ikut jualan, Alhamdulillah ada rezeki. Saya bisa menjual nasi urap untuk sarapan. Sekali jualan bisa mendapatkan omzet Rp500 ribuan lebih," tutur Isti.

Bagi Isti, keikutsertaannya dalam CFD Pasar Pinusan bukan semata-mata untuk memperoleh tambahan penghasilan. Kegiatan ini juga memberinya kesibukan baru yang produktif sekaligus kesempatan untuk mengembangkan usaha kuliner rumahan.

"Alhamdulillah, ada kesibukan baru dan bisa menambah pendapatan keluarga," imbuhnya dengan wajah sumringah.

Pengalaman Isti menjadi gambaran nyata bagaimana kegiatan yang mampu mendatangkan keramaian dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pembeli.

Dari Dua Kilogram Menjadi Tujuh Kilogram Adonan, Laba Bersih Tembus Rp600 Ribu

Berkah serupa dirasakan Devi (32), warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Pemilik Kedai Akeysa, lapak nomor 08, ini menjajakan kue bikang dan pukis yang diminati pengunjung CFD Pasar Pinusan.

Saat pertama kali mengikuti kegiatan tersebut, Devi mengaku sempat ragu apakah dagangannya akan menarik minat pembeli. Belum mengetahui besarnya potensi pasar, ia hanya menyiapkan dua kilogram adonan untuk berjualan.

Namun, keraguan itu segera terjawab. Antusiasme pembeli membuat dagangannya ludes hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam sejak CFD dibuka.

"Di awal saya ragu ada pengunjung atau pembeli. Saya hanya menyiapkan dua kilogram adonan. Ternyata habis dalam waktu singkat. Pukul 07.30 WIB sudah ludes, padahal CFD baru dibuka pukul 06.00 WIB," ungkap Devi.

Seiring berjalannya waktu, penjualan Devi terus menunjukkan perkembangan. Memasuki pekan keenam CFD Pasar Pinusan, Minggu (18/10/2026), ia mampu meningkatkan kapasitas produksinya menjadi sekitar enam hingga tujuh kilogram adonan dalam sekali berjualan.

Menurut Devi, jumlah pengunjung yang relatif stabil turut membantu mempertahankan penjualannya. Dari hasil berjualan tersebut, ia mampu memperoleh omzet lebih dari Rp1 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp600 ribu.

"Alhamdulillah, penjualan masih bertahan di enam sampai tujuh kilogram adonan. Kalau dihitung uang, bisa mendapatkan sejuta lebih. Kalau bersih, bisa di Rp600 ribuan. Ini bisa membantu ekonomi di rumah," pungkasnya.

Peningkatan kapasitas produksi dari dua kilogram menjadi enam hingga tujuh kilogram adonan menunjukkan adanya peluang pasar yang semakin terbuka bagi Devi. Dari yang semula hanya berani mencoba dengan jumlah produksi terbatas, kini ia semakin percaya diri mengembangkan usahanya berkat respons positif para pembeli.

Kisah Devi sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan ruang usaha yang strategis dan didukung keramaian pengunjung dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan penjualan, memperluas pasar, serta menambah pendapatan keluarga.

Jumlah Pengunjung CFD Pasar Pinusan Terus Meningkat

Tak hanya memberikan dampak positif bagi pedagang, CFD Pasar Pinusan juga menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah pengunjung.

Didik, Humas CFD Pasar Pinusan dari tim Elang Raung, menyampaikan bahwa sejak pertama kali digelar pada 13 September 2026 hingga memasuki pekan keenam pada 18 Oktober 2026, jumlah pengunjung menunjukkan tren peningkatan secara bertahap.

"Sejak minggu pertama dibuka pada 13 September 2026 lalu hingga hari ini, Minggu keenam pada 18 Oktober 2026, dari minggu ke minggu ada kenaikan meskipun tidak besar, sekitar 5–7 persen. Hal itu bisa kita cek dari data parkir di lapangan," paparnya.

Menurut Didik, peningkatan jumlah pengunjung tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan CFD Pasar Pinusan. Meskipun pertumbuhannya berlangsung secara bertahap, tren ini memberikan harapan bagi para pedagang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Data parkir yang menjadi salah satu indikator peningkatan pengunjung juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan kegiatan. Dengan pemantauan yang berkelanjutan, pengelola dapat melihat perkembangan aktivitas pengunjung sekaligus mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan daya tarik CFD Pasar Pinusan.

Keramaian yang terjaga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha para pedagang. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin terbuka pula kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan penjualan.

CFD Pasar Pinusan, Ruang Tumbuh Ekonomi Masyarakat

Kehadiran CFD Pasar Pinusan tidak hanya menjadi alternatif kegiatan olahraga dan rekreasi bagi masyarakat pada Minggu pagi, tetapi juga berkembang menjadi ruang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.

Kisah Isti dan Devi memperlihatkan bagaimana kesempatan berjualan di tengah keramaian dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian keluarga. Bagi Isti, CFD menghadirkan kesibukan produktif sekaligus tambahan pendapatan dari penjualan nasi urap. Sementara bagi Devi, kegiatan ini membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat dari jumlah awal, bahkan lebih, serta memperoleh keuntungan bersih ratusan ribu rupiah dalam sekali berjualan.

Dampak tersebut menjadi semakin berarti bagi masyarakat di kawasan pangkuan hutan yang memiliki beragam potensi lokal untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Mulai dari kuliner tradisional hingga olahan pangan berbahan sayuran hasil hutan, berbagai produk tersebut berpeluang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

CFD Pasar Pinusan pun memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh, bukan hanya sebagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan, melainkan juga sebagai wadah promosi produk lokal dan pemberdayaan ekonomi warga.

Dengan meningkatnya antusiasme pengunjung, penjualan yang mampu bertahan, serta bertambahnya kapasitas produksi sejumlah pedagang, kegiatan ini diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan. Dukungan pengelola, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan pelaku UMKM menjadi elemen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Ke depan, CFD Pasar Pinusan diharapkan dapat menjadi ruang usaha yang semakin produktif, membuka kesempatan bagi lebih banyak pedagang lokal, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di Bu sekitar kawasan hutan.

Bukan sekadar meramaikan Minggu pagi, CFD Pasar Pinusan mulai membuktikan bahwa keramaian dapat membuka peluang, dan peluang dapat menghadirkan tambahan rezeki bagi masyarakat.***

Social Share