Phone Number

+6282317094857

Dampak Positif CFD Pasar Pinusan Songgon bagi UMKM dan Destinasi Wisata Selingkar Songgon

Keterangan Gambar : Aktivitas CFD Pasar Pinusan Songgon Setiap Minggu Pagi


By Admin 23 Sep 2026, 14:27:48 WIB 0 Comments

Dampak Positif CFD Pasar Pinusan Songgon bagi UMKM dan Destinasi Wisata Selingkar Songgon

Oleh : Yusuf. S - Elang Raung

BANYUWANGI , 23 Sept. 2026  — Kehadiran Car Free Day (CFD) Pasar Pinusan di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekaligus geliat pariwisata di kawasan Selingkar Songgon.

Tidak hanya menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka, CFD Pasar Pinusan perlahan tumbuh menjadi magnet baru yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung setiap Minggu pagi.

CFD Pasar Pinusan digelar secara rutin setiap Minggu mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sedikitnya 135 pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk menggelar berbagai macam dagangan, mulai dari kuliner, makanan tradisional, jajanan, mainan anak, hingga beragam produk masyarakat setempat.

Kehadiran para pelaku UMKM tersebut menciptakan suasana pasar rakyat yang dipadukan dengan aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga. Masyarakat dapat menikmati pagi hari dengan suasana yang sehat dan murah, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha di kawasan pinggiran hutan untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Menjadi Magnet Wisatawan

Daya tarik CFD Pasar Pinusan tidak berhenti pada aktivitas jual beli di lokasi. Ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati suasana CFD juga kemudian menyebar menuju berbagai destinasi wisata yang berada di sekitar kawasan Selingkar Songgon.

Sejumlah destinasi memiliki jarak yang relatif dekat dari lokasi CFD. Wisata Swiss, misalnya, hanya berjarak sekitar 200 meter, sementara Wisata Pinus Camp berada sekitar 400 meter dari lokasi Pasar Pinusan.

Pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi lain, seperti Dam Sempol, Air Terjun Telunjuk Raung yang berjarak sekitar 4 kilometer, serta Rowo Bayu yang berjarak sekitar 6 kilometer.

Kondisi tersebut menciptakan pola kunjungan wisata yang menarik. Pengunjung tidak hanya datang ke satu titik, tetapi berpotensi melanjutkan perjalanan dan menikmati berbagai destinasi yang berada di kawasan Selingkar Songgon.

Dengan demikian, CFD Pasar Pinusan tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi mingguan, tetapi juga dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan potensi wisata di wilayah Songgon dan sekitarnya.

Efek Domino bagi Ekonomi Masyarakat

Dampak ekonomi CFD Pasar Pinusan juga dirasakan masyarakat yang berada di sepanjang jalur menuju lokasi.

Meningkatnya arus kendaraan dan wisatawan memberikan peluang ekonomi bagi pedagang bensin eceran, toko kelontong, warung, maupun usaha kecil lainnya yang berada di sepanjang jalur desa menuju kawasan Pasar Pinusan.

Efek domino tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya berputar di dalam area CFD. Pergerakan pengunjung memberikan peluang bagi masyarakat di luar kawasan pasar untuk ikut mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata dan perdagangan.

Bagi masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertanian dan kawasan hutan, kehadiran CFD juga membuka ruang alternatif untuk mengembangkan usaha.

Momentum setiap Minggu pagi menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba peruntungan melalui kegiatan UMKM, khususnya dengan menjual produk kuliner dan kebutuhan wisatawan.

Pertumbuhan Pengunjung Terus Meningkat

CFD Pasar Pinusan secara resmi diluncurkan perdana pada 13 September 2026. Respons masyarakat pada pelaksanaan awal kemudian menunjukkan perkembangan positif.

Pada pelaksanaan minggu kedua, 20 September 2026, jumlah kunjungan disebut mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi indikasi awal bahwa CFD Pasar Pinusan mulai mendapatkan perhatian masyarakat dan memiliki potensi untuk berkembang sebagai agenda rutin yang menggabungkan aktivitas ekonomi, olahraga, rekreasi, dan pariwisata.

Jika tren tersebut dapat dipertahankan, keberadaan CFD Pasar Pinusan berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat sekaligus mendorong promosi destinasi wisata di kawasan Selingkar Songgon.

Dari Pasar Rakyat Menuju Ekosistem Wisata

CFD Pasar Pinusan pada akhirnya bukan sekadar tempat masyarakat berjualan setiap Minggu pagi. Di dalamnya terdapat pergerakan ekonomi yang saling berkaitan.

UMKM mendapatkan ruang berdagang, wisatawan mendapatkan pilihan rekreasi yang terjangkau, destinasi wisata di sekitar lokasi mendapatkan tambahan potensi kunjungan, sementara masyarakat sepanjang jalur menuju lokasi turut merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas pengunjung.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan sederhana di tingkat masyarakat dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.

CFD Pasar Pinusan menjadi gambaran perubahan yang berlangsung secara perlahan namun pasti. Masyarakat di kawasan pinggiran hutan mendapatkan ruang baru untuk beraktivitas secara ekonomi, sementara kawasan Selingkar Songgon memperoleh sebuah magnet baru yang dapat menghubungkan aktivitas perdagangan dengan potensi pariwisata lokal.

Ke depan, CFD Pasar Pinusan diharapkan tidak hanya menjadi sarana wisata sehat dan murah bagi masyarakat luas, tetapi juga terus berkembang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan salah satu penggerak pariwisata di kawasan Selingkar Songgon, Banyuwangi.

Dari Minggu pagi di Pasar Pinusan, roda ekonomi masyarakat bergerak; dari sana pula wisatawan mengenal lebih jauh potensi Selingkar Songgon.***

Social Share