Keterangan Gambar : Dari Petani hutan Alih profesi tambahan sebagai UMKM
```~```Oleh : Yusuf. S - Elang Raung~
``````
BANYUWANGI — Puluhan petani hutan, pekerja hutan, ibu rumah tangga hingga anak muda yang baru lulus sekolah kini mencoba peruntungan melalui aktivitas perdagangan di Car Free Day (CFD) Pasar Pinusan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Digelar rutin setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, CFD Pasar Pinusan menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Hanya dalam waktu empat jam, masyarakat dapat berjualan sekaligus berinteraksi langsung dengan wisatawan dan pengunjung yang datang menikmati suasana pagi di bawah rindangnya hutan pinus kaki Gunung Raung.
Beragam dagangan memenuhi lapak-lapak sepanjang jalur CFD. Mulai jajanan tradisional atau jajanan jadul, kuliner kekinian, hasil bumi, hingga aneka sayuran khas kawasan hutan.
Di antaranya selada air atau arnong, sayur pakis atau paku, pisang, serta aneka polo pendem seperti talas dan berbagai jenis ubi-umbian. Ragam produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena sebagian merupakan hasil bumi yang diperoleh langsung dari lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat pangkuan hutan, kehadiran CFD Pasar Pinusan bukan sekadar kegiatan perdagangan mingguan. Event tersebut mulai menjadi tumpuan dan harapan baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Para pedagang yang terlibat memiliki latar belakang beragam. Selain petani dan pekerja hutan, terdapat ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luang untuk berjualan. Anak-anak muda yang baru lulus sekolah dan belum memperoleh pekerjaan juga mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri.
CFD Pasar Pinusan menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat pangkuan hutan LMDH Rimba Ayu, di bawah naungan Perhutani KPH Banyuwangi Barat.
Menariknya, geliat perdagangan tidak hanya diikuti masyarakat sekitar hutan maupun warga Desa Sumberbulu. Sejumlah pelaku UMKM dari luar desa juga ikut meramaikan event tersebut. Kehadiran pedagang dari berbagai wilayah membuat pilihan dagangan semakin beragam dan suasana CFD semakin hidup.
Antusiasme Pengunjung Terus Meningkat
CFD Pasar Pinusan resmi perdana digelar pada 13 September 2026. Sejak pembukaan, antusiasme masyarakat dan wisatawan terlihat cukup tinggi.
Memasuki pelaksanaan minggu kedua pada 20 September 2026, geliat ekonomi di lokasi tersebut menunjukkan peningkatan. Sebanyak sekitar 135 pelaku UMKM ikut menggelar dagangan di sepanjang kawasan CFD.
Tingginya antusiasme pengunjung memberikan dampak langsung kepada para pedagang. Sejumlah pedagang mengaku dagangannya rata-rata ludes sebelum waktu operasional berakhir pada pukul 10.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa event yang hanya berlangsung selama empat jam mampu menciptakan perputaran ekonomi yang cukup signifikan. Lapak-lapak yang sejak pagi dipenuhi berbagai produk terus didatangi pembeli hingga menjelang penutupan.
Bagi para pelaku UMKM, momentum tersebut tentu menjadi peluang yang berharga. Mereka tidak harus meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani maupun pekerja hutan, tetapi dapat memanfaatkan hari Minggu untuk mengembangkan usaha dan memperoleh tambahan pendapatan.
Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Pangkuan Hutan
CFD Pasar Pinusan memperlihatkan bagaimana sebuah ruang publik dapat berkembang menjadi ruang ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara penyelenggara, pelaku UMKM dan pengunjung menciptakan energi positif bagi pergerakan ekonomi lokal. Produk masyarakat yang sebelumnya mungkin hanya dipasarkan dalam lingkup terbatas, kini memiliki ruang untuk diperkenalkan secara langsung kepada wisatawan.
Bagi ibu rumah tangga, kegiatan ini juga membuka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha rumahan. Sementara bagi anak muda, CFD dapat menjadi ruang untuk belajar berdagang, mengenal konsumen dan mencoba membangun usaha sejak dini.
Keberadaan pasar mingguan ini sekaligus mempertemukan hasil bumi masyarakat dengan kebutuhan pengunjung. Produk pertanian dan hasil hutan non-kayu yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar dapat memiliki nilai ekonomi ketika dipasarkan dengan baik.
Bukan Sekadar Berburu Kuliner
Daya tarik CFD Pasar Pinusan tidak hanya terletak pada aktivitas jual beli.
Suasana hutan pinus yang sejuk di kaki Gunung Raung menjadikan kawasan tersebut alternatif wisata murah dan ramah keluarga. Pengunjung dapat berolahraga pada pagi hari, berjalan-jalan menikmati suasana hutan, sekaligus berburu kuliner, sayuran segar dan berbagai hasil bumi.
Konsep tersebut membuat CFD Pasar Pinusan memiliki karakter tersendiri. Aktivitas ekonomi berjalan berdampingan dengan rekreasi dan olahraga pagi.
Dalam waktu yang relatif singkat, masyarakat dapat menikmati suasana alam, sementara para pedagang mendapatkan kesempatan untuk mengais rezeki.
Bagi masyarakat pangkuan hutan, CFD Pasar Pinusan kini bukan hanya tentang lapak dan dagangan. Di balik jajanan tradisional, sayur pakis, selada air, pisang hingga polo pendem, terdapat harapan agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak.
Dengan dukungan masyarakat, pelaku UMKM, pengelola kawasan serta berbagai pihak terkait, CFD Pasar Pinusan Songgon berpotensi menjadi salah satu ruang ekonomi dan rekreasi masyarakat yang tumbuh dari bawah—berangkat dari potensi lokal, dikelola bersama, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.***